Mount Lofty

image

Tiap kali ke taman botani, saya selalu merasakan udara yang bersih, kesejukan, dan rasa tenang. Terhampar “ijo royo-royo” di sepanjang mata memandang dari ketinggian sehingga bisa melihat dengan jarak hingga belasan bahkan puluhan kilometer.

Rejeki saya dan dua teman baru saya hari ini adalah berkunjung ke Mount Lofty Botanical Garden. Untuk menuju ke tempat ini, kita harus menempuh perjalanan sejauh 16 kilometer. Jalan tol yang menghubungkan negara bagian Australia Selatan dan Victoria ini saya duga keras membelah bukit cadas. Sempat saya berkelakar bahwa kita sedang jalan2 di tol Cipularang!

image

Langit Adelaide yang didominasi awan hari ini membuat cuaca lebih sejuk, dan angin sedikit terasa lebih kencang. Menurut sumber dari bacaan di Internet, taman botani Mt Lofty ini merupakan bagian dari wilayah yang dinamakan oleh Matthew Flinders di tahun 1802. Di tahun 1860-an, konon kawasan ini sudah punya institut/sekolah mekanik sendiri, ada sekolah, dan seorang hakim yang juga memiliki perkebunan anggur. Bahkan, di tahun 1872 pernah dikabarkan turun salju lebih dari tujuh sentimeter lho!

image

Apa sih yang khas banget dari taman botani Mt Lofty? Tak lain tak bukan ternyata daun pohon yang berwarna-warni yang dipercantik lagi ketika bertahap rontok dan berserakan di tanah. Hal ini hanya terjadi di musim gugur, mulai 1 April hingga 31 Juli. Beruntung, kami berkunjung ke tempat ini di musim gugur.

image

Karena terletak di bukit, kontur taman ini juga ada yang melandai dan mencuram. Anak-anak kecil sangat menikmati berguling-guling dari atas hingga ke bawah. Siap menunggu mereka di bawah adalah orang tua yang mengabadikan aksi dengan foto atau video.

Selain musim gugur, hari saya berkunjung ke Mt Lofty bertepatan dengan pekan liburan sekolah. Banyak anak kecil tampak bersama orang tua atau kakek nenek mereka berkunjung ke sana. Ada sebagian menggelar piknik, karena memang suasana taman sangat cocok untuk aktifitas santai bersama keluarga. Di bagian lain dari taman botani adalah danau yang dihuni oleh segerombolan angsa hitam, terdiri atas anak dan induk. Keceriaan pengunjung sangat jelas terpancar ketika memberikan makanan buat para angsa. Danaunya kecil, tapi berperan sangat cantik bak oase di atas bukit. Ada semacam jalan beraspal untuk pengunjung berjalan ke sisi seberang danau.

image

Suasana romantis segera menyergap bila melihat gradasi warna daun dari pohon yang berdiri tegak bersebelahan. Tampak sangat cantik bahkan bila semua daun sudah rontok dan menyisakan ranting dan daun sahaja. Apa sih yang tidak diciptakan dengan sempurna oleh Allah? 😉

image

Bedford Park, SA
21 April 2016

Advertisements

Author: Ella

Penulis saat ini tinggal di Perth, Australia Barat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s