Mandurah Line

image

Rencana untuk membawa Safiyya jalan-jalan kali ini terwujud di Mandurah Line. Rute kereta api yang menghubungkan pusat kota Perth dan Mandurah ini memiliki panjang 70,1 kilometer dan terdapat 9 stasiun perhentian di antaranya. Mandurah adalah kota terbesar kedua di negara bagian Australia Barat, dan lokasinya berada di sisi selatan Perth. Untuk menuntaskan rute Mandurah Line, dibutuhkan waktu sekitar 51 menit dan tentu saja ini adalah perjalanan yang sangat saya rekomendasikan buat membawa anak-anak.

Di bawah ini adalah pose turis ala Safiyya, lengkap dengan bis berpenampang terbuka di lantai dua. Berhubung pagi itu memang gerimis tipis, “shower” kalau orang sini bilang, jadi mungkin itu sebabnya tidak ada orang yang mau duduk di kursi lantai dua.

image

Kami memulai di Perth Underground Station. Stasiun berada di bawah tanah, persis di bawah gedung donor darah Australian Red Cross di William Street. Ketika berada di depan stasiun, orang bisa dengan mudah mendapati pengamen, peminta-minta, berdiri dan berlalu lalang. Di Australi ada pengamen dan pengemis? Ya iyalah. Pengamen dan pengemis ada di semua negara tanpa terkecuali 🙂

Lalu kami menuju ke bawah, ke peron kereta dengan menumpangi eskalator yang agak curam dan sedikit agak lebih panjang dari eskalator biasa di supermarket. Pada sekitar pukul 11 pagi, seperti inilah penampakannya:

image

Selain saya, jarang sekali terlihat orang membawa anak kecil. Kebetulan setiap Jumat kelas Kindy grup warna biru Safiyya sedang libur, jadi saya bisa bawa dia jalan sementara Aqila di rumah bersama dengan embahnya.

Di sisi kanan foto adalah kereta menuju Mandurah (ingat-ingat, cara membacanya berbunyi “Mendrah”, bukan “Mendyurah” lho ya). Kami langsung naik dan duduk manis di kursi yang kosong.

Setelah Perth Underground, kereta berhenti di Elizabeth Quay. Stasiun yang berjarak tak lebih dari 1 km dari Perth Underground itu juga berada di bawah tanah. Di bagian atasnya, terdapat terminal bis Esplanade dan ikon terbaru Kota Perth, yaitu Elizabeth Quay dengan taman, jembatan, dan insulasi berbentuk lengkung berlapis-lapis. Kereta listrik kemudian muncul ke permukaan dan berjalan sejajar dengan mobil di jembatan yang melintasi Sungai Swan. Dari jembatan itu, penumpang bisa melihat ke arah bukit di mana Kings Park berada.

Kereta api adalah moda transportasi umum yang sangat nyaman di Perth. Gerbongnya terjaga bersih, karena memang makan dan minum di dalam armada umum (termasuk kereta dan bis) adalah dilarang. Selain itu petugas pengawas juga sesekali wara wiri untuk memantau keadaan serta memeriksa tiket penumpang.

image

Mandurah Line baru resmi beroperasi pada akhir 2007. Uniknya, rel kereta berada di tengah-tengah jalan tol Kwinana hingga Mandurah, seakan menjadi penyekat dua arus kendaraan yang berlawanan arah. Di setiap stasiun, disediakan lahan parkir yang sangat luas untuk orang memarkir kendaraannya sebelum lanjut naik kereta kereta. Untuk parkir seharian, pengguna kereta hanya dikenakan biaya dua dolar alias Rp20.000. Ada pula parkiran sepeda untuk pecinta sepeda, bahkan sepeda juga boleh dibawa ke dalam kereta jika mau! Dan rute kereta ini mengingatkan saya pada jalan tol Jagorawi atau Cikampek. Kenapa tidak dibuat jalan kereta api atau tram di dua tol itu yah? Saya rasa kalau bisa bersinergi di ruas jalan yang sama, kepadatan di ruas mobil akan berkurang dan orang akan lebih memilih kereta daripada macet2an di jalan tol.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang “nglaju” dari Mandurah ke Perth, di jam-jam tertentu kereta berangkat setiap 5 menit sekali, ada pula 10 menit sekali di masa2 tidak terlalu sibuk, lalu 15 menit dan bila sudah tengah malam frekuensi kereta berkurang menjadi 1 jam sekali.

Stasiun berikutnya adalah Canning Bridge. Ini merupakan stasiun yang terintegrasi dengan terminal bis, sama seperti Elizabeth Quay. Titik ini adalah tempat transfer penumpang yang ingin ke kampus Curtin University. Wajah-wajah muda dan cerah alias unyu2 banyak berseliweran di stasiun ini. Seorang gadis terlihat membawa maket tugas kuliahnya, saya sangat menduga dia anak arsitek, atau teknik sipil! Dan ada juga dua mahasiswa pria berlalu keluar dari kereta dengan terkekeh kecil.

Perjalanan kami berlanjut ke stasiun Bull Creek. Jarak Canning Bridge ke Bull Creek sekitar 4 menit, dekat saja. Durasi yang lebih singkat dihabiskan dari Bull Creek ke Murdoch dan dari Murdoch ke Cockburn Central, masing2 sekitar 3 menit. Di Murdoch Station, terdapat terminal bis yang di antaranya melayani rute ke kampus Murdoch serta rumah sakit Fiona Stanley. Dari stasiun, terlihat jelas kompleks rumah sakit yang besar itu. Saya dan Safiyya sempat turun di stasiun Murdoch, membeli sepotong kue pai bayam di toko dekat pintu keluar stasiun.

image

Untuk membeli tiket, penumpang bisa menggunakan mesin seperti terpampang di atas. Mesin2 ini menerima uang kertas, uang koin, dan juga kartu debit. Tiket dibeli untuk perjalanan selama dua jam. Bila melewati dua jam, maka penumpang harus membeli tiket baru. Alternatif lain adalah dengan kartu TransPerth, tarifnya lebih murah bila kita punya kartu TransPerth yang di-auto-debit dari rekening bank kita. Ditambah lagi bila Anda adalah mahasiswa, ada diskon ekstra.

Saya mengajak Safiyya melanjutkan perjalanan. Dan stasiun berikutnya adalah Cockburn Central. Setahun silam, saya pernah datang sendirian ke stasiun itu karena ingin mengunjungi sahabat saya Glenda. “Inget yah La. Bacanya “Kobern” bukan “Kokbern”,” ujar Glenda waktu itu sembari saya yang cengengesan memahami maksud kalimatnya. So.. Kobern yah!

Setelah stasiun yang di sampingnya ada bioskop itu, kereta berhenti di stasiun yang namanya Kwinana. Sama dengan nama jalan tol di mana kereta berada sebagai di tengah dua arus yang berlawanan. Di antara Cockburn Central dan Kwinana, sedang dibangun stasiun baru yang konon akan sangat dekat sekali dengan jalan keluar komplek rumah Glenda. Di Kwinana, kami tidak keluar kereta. Baru keluar lagi di stasiun:

image

Ya! Wellard. Saya sempat membaca satu halaman buku “Indonesia Jungkir Balik” di sini.

image

Cuaca hari itu sangat berangin dan dingin. Saya sedikit kedinginan setiap angin kencang bertiup. Apalagi peron di stasiun demikian terbuka, angin dari mana2 sangat terasa seolah menggigit tulang dan memoles air es ke kulit, kecuali bersembunyi di balik tembok atau di toilet stasiun!

image

Perhentian berikutnya adalah Rockingham. Salah satu kota yang juga besar di Australia Barat. Saya belum sempat main ke Rockingham, tapi nanti diagendakan ya! Di stasiun ini juga ada terminal bis yang relatif besar. Sebelum ada Mandurah Line, jalur kereta dari Perth berhenti di pusat kota Rockingham. Tapi kemudian stasiun ditetapkan bukan lagi di sana, melainkan di jalan tol Kwinana, sementara untuk menghubungkan stasiun dengan pusat kota Rockingham sekarang terdapat bis khusus.

image

Stasiun berikutnya yang persis sebelum Mandurah adalah Warnbro. Di perjalanan menuju Warnbro, terlihat di sisi kanan adalah komplek perumahan yang sedang dibuka dan dibangun. Luas sekali, dan tanah pasir berwarna coklat pucat terlihat di sisi gundukan dekat rel kereta. Itu sepertinya akan segera menjadi pemukiman yang ramai. Pertumbuhan penduduk di Perth dan Mandurah memang tak pelak membuat sepanjang jalur kedua kota itu menjadi kawasan perkembangan yang pesat, meskipun masih banyak juga rumah di tengah tanah yang luasnya berhektar-hektar dan memiliki kuda yang dilepas liar di dalam pagar.

Jeda terlama adalah antara Warnbro dan Mandurah. 13 menit yang sangat mengundang kantuk! Sebelum benar-benar tidur, kami sempatkan foto2 di dalam gerbong kereta yang sepi.

image

Dan akhirnya setelah 51 menit.. petualangan Safiyya bersama Mamaya ke Mandurah pun tercapai. Dengan wajah penuh kesuksesan kelegaan, ini adalah pose bidadariku:

image

Petualang kecilku sudah sampai Mandurah! Dan perjalanan balik ke Nedlands adalah cerita Safiyya dan mamanya bobok siang. Hahahaha…..

Advertisements

Author: Ella

Penulis saat ini tinggal di Perth, Australia Barat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s