Soto Ayam Obati Rindu Berbuka Bersama di Perth

 

Baca di tautan ini juga yah! 🙂

Perth, 26/6 (Antara) – Masyarakat Indonesia di Kota Perth, Australia Barat, menggelar acara buka puasa bersama di Bentley Community Center, Sabtu, dengan menu soto ayam yang sedikit banyak mengobati rasa rindu suasana berbuka di Tanah Air.

Kegiatan yang disponsori oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) untuk Australia Barat itu turut didukung oleh Komunitas Muslim Indonesia dan berbagai komunitas kedaerahan di Perth.

Untuk tahun 2016, panitia bersama juga telah menjalankan syiar Ramadan untuk sekitar 10 keluarga Muslim Indonesia di wilayah Busselton dan Margaret River.

Setiap Sabtu, kegiatan buka puasa bersama di Perth menghadirkan ustadz yang berbeda. Mereka sebagian diundang dari Indonesia oleh beberapa organisasi masyarakat (ormas), dan yang lain adalah ustadz Indonesia yang sudah berdomisili di Perth.

Menurut Wakil Konsul Informasi dan Bidang Sosial KJRI Perth, Ririn Dwi Fitriani, rata-rata kehadiran mencapai 300-400 orang termasuk anak-anak.

“Acara buka puasa ini mengobati kerinduan akan suasana Ramadan di Tanah Air. Bukan hanya dari segi makanannya saja yang sangat khas Indonesia, tetapi juga ceramah berbahasa Indonesia membuat saya menjadi mudah mengetahui isi yang disampaikan,” kata Malikus Senoadi, salah satu peserta buka puasa di Bentley Community Center.

Acara dimulai pukul 16.30 waktu setempat atau sekitar 15.30 WIB, dengan takjil yang beragam, mulai dari kurma, kolak, kue basah seperti klepon, bubur ketan hitam, kue lumpur, hingga jajaran kue kering berupa tahu isi, risol, dan dadar gulung.

Kegiatan dilanjutkan dengan ibadah sholat Maghrib berjamaah dan menyantap hidangan utama berupa soto ayam, lengkap dengan kerupuk udang dan sambal.

Selain menikmati kebersamaan dengan sesama warga Indonesia yang merantau ke Perth, para peserta buka puasa juga mendapatkan tausyiah dari ceramah agama yang disampaikan oleh Imam Abdul Jalil Ahmad.

Imam asal Aceh, Indonesia, yang telah puluhan tahun tinggal di Australia itu memaparkan ikhwal turunnya Al Qur’an pada bulan Ramadan dan keutamaan Lailatul Qadar.

Ceramah Imam Masjid Hepburnheights itu disampaikan dalam dua bahasa, yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Puasa di Perth berdurasi kurang dari 12 jam pada musim dingin ini. Dimulai pukul 5.45 dan berakhir pukul 17.23, sementara suhu berkisar 7-17 Celsius.

Kecepatan Internet di Australia Melorot Tajam

 

Previously published in: here and Republika.

====================================

Perth, 22/6 (Antara) – Australia adalah salah satu negara yang menikmati akses Internet dengan kecepatan jelajah sangat tinggi, namun ternyata kecepatan Internet di Australia melorot tajam di bawah pemerintahan Koalisi.

“Dalam tiga tahun terakhir, posisi Australia merosot dari posisi 30 di dunia ke peringkat 60,” kata juru bicara bidang komunikasi pihak Oposisi, Jason Clare (13/6).

Pernyataan Clare itu mengacu kepada hasil survei tahunan yang dilakukan oleh Akamai, sebuah perusahaan penyedia konten yang dikenal bereputasi tinggi.

Laporan Akamai menyebukan bahwa pada bulan September 2013, kecepatan puncak mengakses Internet di Australia adalah 30,1 megabit per detik, dan itu menempatkan Australia di posisi 30 dunia. Ini adalah ketika Koalisi di bawah pimpinan Partai Liberal mulai menjadi pemerintahan yang berkuasa.

Kemudian per Desember 2015, kecepatan internet di masa puncak menurun menjadi 39,3 megabit per detik sehingga posisi Australia melorot ke 60 dunia.

Beberapa faktor menjadi penyebab menurunnya peringkat kecepatan Internet di Australia.

Seperti dilansir dari laman ABC.net.au, faktor pertama yang menyebabkan kecepatan Internet menurun adalah karena kecepatan Internet di negara-negara lain melonjak lebih cepat daripada Australia.

David Belson, editor untuk laporan kecepatan Internet Akamai, menyebutkan bahwa berdasarkan perhitungan terhadap 100-200 triliun permintaan konen dari 200-an negara di dunia, Akamai mendeteksi kecepatan mengunduh konten di durasi puncak mengakses Internet.

Seorang dosen senior Jurusan Mesin di Universitas RMIT, Mark Gregory, menyebutkan bahwa sejak tahun 2010 negara-negara lain di dunia lebih proaktif menyediakan jaringan internet dengan akses yang cepat dan biaya yang murah.

Faktor kedua terkait dengan kebijakan Internet pemerintahan Koalisi yang masih mengandalkan medium tembaga alih-alih fiber optik (NBN).

 

 

 

Perempuan dan Roma

 

virgina raggi.jpg
Virgina Raggi (Photo: Reuters)

Perth, 21/6 (Antara) – Pada akhir pekan lalu, tepatnya 19 Juni 2016, seorang perempuan berusia 37 tahun berhasil memenangkan pemilu sebagai walikota Roma, Italia.

Raihan suara Virginia Raggi, kandidat dari Gerakan Lima Bintang (M5S), di pemilu babak kedua saat berhadapan dengan kontestan Partai Demokratik, Roberto Giachetti, sungguh meyakinkan. Ia menyabet 67 persen suara, dan menyebut hasil ini sebagai sesuatu “yang melampaui harapan”.

Raggi adalah terobosan buat sejarah Kota Roma. Selain menjadi pemimpin perempuan pertama di kota yang berusia lebih dari 2.500 tahun, ia juga menjadi walikota termuda yang pernah dimiliki Roma.

Ibu satu orang putra ini pertama kali dikenalkan dengan M5S oleh suaminya yang bekerja di industri radio. Ia pun kemudian didapuk sebagai juru bicara partai untuk Roma.

Dalam kampanyenya, Raggi berjanji untuk “membersihkan” balai kota dari korupsi, membenahi sistem daur ulang sampah, memperbaiki sistem transportasi publik, dan membuat jalur-jalur baru khusus untuk pesepeda.

Di sisi lain, Raggi yang akan berhari jadi ke-38 bulan depan memiliki latar belakang sebagai pengacara. Beberapa pihak meragukan kemampuannya di dunia politik, karena hanya punya pengalaman tiga tahun bekerja sebagai pegawai di kantor walikota.

Selama berbulan-bulan, Roma tidak memiliki walikota karena Ignazio Marino menjadi pesakitan atas tuduhan skandal penggunaan anggaran. “Gurita” skandal korupsi bahkan ditengarai sudah merusak pembiayaan berbagai fasilitas kota, salah satunya pembuangan sampah.

Sebagai walikota baru, Raggi mengajak semua pihak agar mengambil bagian dalam perubahan demi Roma.

“Semua orang harus mengakukan sesuatu yang kecil, bersama-sama, ini adalah perubahan yang kita idamkan. Bila tidak, jika setiap orang bekerja hanya untuk dirinya sendiri-sendiri, tidak mungkin ada masa depan. Atau, masa depan kita hanya bakal seperti masa yang sudah lampau,” katanya seperti dikutip laman “The Guardian” edisi Senin (20/6).

Ia juga harus bertarung melawan budaya patriarki yang sangat mengakar di Italia, sebab kesetaraan buat perempuan menurut Raggi masih menjadi “mimpi”.

 

Bukan Cuma Roma

M5S tidak hanya menang di Roma. Kantor Berita Italia ANSA melaporkan para kandidat dari M5S sukses di 19 pemilihan walikota dari total 20 kota. Keberhasilan merebut kepercayaan mayoritas pemilih menyiratkan gelombang baru sedang melanda politik di Italia.

Kemenangan yang lebih dramatis justru terjadi di Turin, ibukota pertama Italia yang juga menjadi rumah pabrikan Fiat. Petahana dari Partai Demokratik, Piero Fassino, dipaksa  mengakui keunggulan politisi perempuan Chiara Appendino yang baru berusia 31 tahun dan sukses meraup 55 persen suara.

Uniknya, M5S didirikan oleh seorang komedian sekaligus blogger, Beppe Grillo, pada tahun 2009. Partai itu kemudian dikenal sebagai partai protes, partainya oposisi. Tapi sekarang, kemenangan di berbagai pemilu walikota menunjukkan M5S sangat siap untuk menjadi partai penguasa.

“Ini baru permulaan,” kata Grillo setelah mengetahui jagonya menang besar di Roma. Seperti dilansir jaringan CNN, Selasa, Grillo juga menegaskan bahwa “Sekarang adalah giliran kami (memimpin Italia).”

Beberapa media memperkirakan M5S akan mengusung calon presiden dalam pemilu tahun 2018 mendatang.

Nafas baru buat politik Italia dibalut oleh M5S dengan semangat anti-korupsi. Partai yang tergolong “kencur” itu melihat korupsi bak kusta yang mengkerdilkan ekonomi dan politik Italia.

Salah satu strategi Grillo menyudahi rejim yang korup adalah dengan menggunakan slogan “vaffanculo” yang bila diterjemahkan menjadi “enyahlah”, karena semangat M5S adalah bekerja tanpa membangun koalisi dengan partai lain.

Selain jargon-jargon anti-kemapanan, M5S juga menggaungkan semangat agar Italia mandiri dan berkuasa secara penuh di sektor politik dan ekonomi. Kemenangan M5S lewat Raggi dan Appendino mengirim sinyal kuat bahwa Italia sedang menuju rejim yang baru.

Salah satu sentimen politik yang menguat sekarang adalah menggiring Italia meniru langkah Inggris yang menimbang ulang keanggotaannya di Uni Eropa (EU).

Laman berita “Russia Today” (RT) edisi 10 April 2015 melaporkan lebih dari 100.000 orang di Italia telah menandatangani petisi agar digelar referendum tentang keanggota Italia di zona ekonomi Uni Eropa.

Anggota parlemen dari M5S, Carlo Sibila, menegaskan bahwa partainya hanya ingin agar Italia keluar dari zona euro agar memiliki kemerdekaan moneter. Italia tercatat bergabung dengan Zona Euro mulai tahun 1999 dan mata uang kawasan mulai digunakan tiga tahun kemudian.

Namun tahun ini, seperti diberitakan ANSA, Grillo mengaku sedang menggugah agar rakyat Italia mempertimbangkan keanggotaan di EU lewat sebuah referendum.

“Tidak ada partai yang boleh menentukan keputusan buat 60 juta orang penduduk,” ujarnya (23/5). Lebih lanjut Grillo menekankan sistem partai justru menjadi akar dari berbagai persoalan utang, korupsi, dan resesi.

Bila Italia benar-benar akan mengikuti Inggris untuk urusan referendum keanggotaan di EU, beberapa lawan politik M5S menilai langkah itu akan membawa kerusakan serius buat ekonomi Italia.

Akankah Italia menempuh babak baru yang menantang, dengan terpilihnya jago-jago M5S dan beberapa politisi perempuan sebagai pemimpin lokal? Jawabannya mungkin akan segera diketahui dalam tahun ini juga.

Jo Cox dan Sengitnya “Brexit”

Jo Cox
    Perth, 17/6 (Antara) –  Politisi perempuan di Inggris bernama Jo Cox (41), Kamis, tewas setelah ditembak dan ditikam saat bersiap untuk menjumpai para konstituennya di Birstall, sebuah daerah di 316 kilometer arah utara London.
    Anggota parlemen dari Partai Buruh (oposisi) itu terkenal vokal dengan kampanye-kampanye yang mendukung Inggris untuk tetap bergabung dengan Uni Eropa (EU).
    Meski sempat dibawa ke rumah sakit dan mendapat perawatan, Jo Cox dinyatakan meninggal satu jam setelah peristiwa nahas itu terjadi.
    Insiden pembunuhan terhadap politisi sekaligus ibu dua anak itu terjadi hanya seminggu sebelum referendum tentang keluar atau bertahannya Inggris di dalam kelompok Uni Eropa (“Brexit”) digelar pada 23 Juni mendatang.
    Sementara itu polisi telah menangkap seorang pria berusia 52 tahun tak jauh dari lokasi kejadian. Pria itu didapati membawa senjata api, sedangkan motif pelaku masih belum diketahui secara persis.
    Peristiwa tragis ini menimpa politisi yang pernah bekerja di tim kampanye Barack Obama di tahun 2008, “Kita telah kehilangan seorang bintang,” ujar Perdana Menteri (PM) Inggris David Cameron dalam keterangan tertulisnya.
    Di Inggris, ketegangan politik akibat rencana referendum “Brexit” telah menciptakan dua kubu, yakni “Remain” (yang mengadvokasi pentingnya Inggris untuk tetap bersama EU) dan “Leave” (kelompok yang mendesak agar Inggris keluar dari EU).
    Beberapa saksi mata yang dikutip media mengaku mendengar pelaku sempat berteriak “Britain First”–yaitu nama kelompok garis kanan yang melabeli dirinya sebagai “partai politik patriotik dan organisasi perlindungan jalanan”.
    Namun Jayda Fransen–wakil ketua Britain First–segera membantah keterkaitan organisasinya dengan insiden ini. Menurut dia, “Britain First” adalah sloganyang juga sering digunakan dalam kampanye-kampanye yang mendukung keluarnya Inggris dari Uni Eropa.
    Seperti dilaporkan Reuters, insiden pembunuhan terhadap anggota parlemen di Inggris sebelumnya menimpa Ian Gow. Ia tewas akibat bom mobil yang ditempelkan Tentara Republik Irlandia (IRA) meledak di rumahnya di kawasan selatan Inggris pada tahun 1990.
    Di tahun 2010 seorang politisi Partai Buruh yang juga mantan menteri kabinet, Stephen Timms, ditusuk perutnya oleh seorang mahasiswa berusia 21 tahun, yang murka karena sang politisi mendukung Perang Irak 2003. Peristiwa itu terjadi di kantor Stephen di belahan timur London.
    Beberapa analisa merebak terkait dampak dari pembunuhan Jo Cox. Nilai tukar mata uang poundsterling Inggris naik sebanyak dua sen terhadap dolar Amerika tak lama berselang setelah insiden tersebut.
    Investor berspekulasi kematian Jo Cox akan meningkatkan popularitas kampanye “Remain”.
    Jo Cox adalah merupakan lulusan Universitas Cambridge yang telah malang melintang di berbagai organisasi kemanusian. Dalam satu dekade terakhir, ia telah menempati posisi Kepala Kebijakan di Oxfam, Kepala Kampanye Kemanusiaan di kantor Oxfam di New York, dan Ketua Oxfam di kantor Eropa di Brussels.
    Ia banyak dikenal sebagai advokasi isu-isu perempuan, dan memenangkan pemilu di daerah pemilihan Batley dan Spen tahun 2015.

Mie godok Jawa

Jpeg

Di Australia, acara TV yang paling tinggi rating-nya adalah kompetisi memasak, MasterChef. Pernah waktu pemilu tahun 2010, debat kampanye para calon perdana menteri terpaksa diundur menunggu final lomba masak di TV selesai, alasannya simpel: daripada harus bersaing dengan final MasterChef, dan jelas gak akan menang, mendingan nunggu sampe beres dan berharap orang masing mantengin itu TV untuk lihat debat.

Penonton suka banget drama, tekanan-tekanan ketika waktu memasak hampir habis, dan komentar-komentar juri masak. Tapi semua itu buat saya dan suami tidak lebih menarik daripada berkreasi sendiri di dapur! Keseruan yang hasilnya bisa dinikmati bareng-bareng, gak pake drama 🙂

Dan urusan memasak, suami saya lebih jago. Tangannya “adem”, bumbu2nya lebih pas, dan saya lebih suka menikmati kreasi dia daripada bikinan sendiri 🙂 Kemarin saya bikin sop iga, tapi karena saya lupa kasih bawang merah, entah kenapa rasanya jadi kurang sedap. Kurang gurih gimanaa gitu. Tapi abis juga sih, buat makan malam dan untuk sahur. Tapi terasa gak semantab kalau Panda yang bikin.

Hari ini menunya mie godok Jawa. Kesukaannya Panda. Tapi mulai ayam direbus, dibumbui, baunya sudah gurih! Beberapa bumbu diulek, lalu ditumis dengan suwiran ayam. Ditambah lagi mie yang direbus terpisah, sedap!

 

“Kuncinya di bawang merah, Manda… banyakin bawang merah agar rasanya gurih,” kata Panda beberapa kali kasih komentar. Ditambah lagi kemiri, pasti lebih kuat di rasa.

Sementara saya beberapa hari ini kepikiran pengen bikin bakpao! Uji coba pertama tidak terlalu buruk. Teksturnya lembut, manis sedang, dan dengan isian ayam cincang bumbu teriyaki, tidak terlalu buruk lah! Mirip di abang2, hahaha…

Saya ambil resepnya dari Dapur Umami, dengan beberapa takaran saya pakai ilmu kira-kira. Alas bakpao bukan dengan kertas roti, tapi kertas muffin mini yang sudah lama saya beli tapi belum dipakai. Saya tidak sabar mengajak anak-anak berkreasi bikin bakpao warna-warni. Cocok buat hidangan musim dingin di Perth! Aaawww….

 

P_20160606_204317[1].jpg

 

 

 

 

Mengenal Pemilu di Australia

P_20160605_104052[1].jpg
Perth, 5/6 (Antara) – Pemilihan umum, atau singkatnya pemilu, di Australia, akan digelar pada 2 Juli 2016. Selain menentukan pemimpin partai mana yang akan menjadi perdana menteri, hasil pemilu juga bakal menentukan komposisi di parlemen federal; “House of Representatives”/HoR (setara dengan DPR di Indonesia) dan Senate (sepadan dengan DPD di Indonesia).Di Australia, pemilu diikuti oleh partai-partai yang tercatat dan diakui oleh Komisi Pemilu Australia (AEC). Setiap partai berhak mengajukan calon anggota legislatif, masing-masing satu orang di setiap daerah pemilihan.

Berdasarkan Undang-undang Pemilu tahun 1918, setiap pendaftaran partai baru membutuhkan waktu maksimal 12 pekan, sementara pendaftaran ulang partai lama yang ingin mengajukan logo baru diperlukan waktu tak lebih dari enam pekan.

Untuk pemilu 2016, terdapat 57 partai yang terdaftar di AEC, dan empat di antaranya adalah partai-partai yang cukup kuat pendukungnya; Partai Buruh Australia (ALP), Partai Liberal Australia, Partai Nasional Australia, dan Partai Hijau.

Sebagai representasi politik masyarakat, nama partai juga mencerminkan advokasi isu-isu tertentu, antara lain Partai Keadilan untuk Binatang, Partai Anti-pedofilia Australia, Partai Pesepeda Australia, Partai Seks Australia, Partai Penghentian Pelarangan Ganja (HEMP), Partai Hak-hak Perokok, Partai Euthanasia, Partai Pecinta Motor Australia, dan Partai Energi Terbarukan.

Ada juga partai yang berbasis ketokohan seorang politisi, sehingga nama politisi itu menjadi nama partai. Ambil contoh jenis partai ini adalah Pauline Hanson’s One Nation, Nick Xenophon Team, Glenn Lazarus Team, dan Jacqui Lambie Network.

Tidak semua partai yang tercatat di AEC berhasil mendudukkan anggotanya sebagai legislator atau senator. Di HoR, dengan total kursi yang yang tersedia 150, hanya ada perwakilan dari delapan partai politik, sementara di Senate cuma ada 11 partai yang para wakilnya duduk sebagai senator.

Perdana Menteri

    Sistem pemilu di Australia sangat berbeda dengan sistem di Indonesia. Di Australia, orang tidak memilih kandidat perdana menteri, melainkan memilih partai yang diyakini paling cocok dengan aspirasi politik mereka. Pemimpin partai yang paling banyak meraih suara di pemilu akan menjadi perdana menteri secara otomatis.

Dalam pemilu tahun ini, dua partai dominan yaitu Partai Buruh Australia (ALP) dan Partai Liberal Australia bersaing ketat untuk meraih simpati pemilih.

Bill Shorten, yang memimpin Partai Buruh, disebut juga sebagai pemimpin oposisi karena partainya di pemilu lalu kalah dari Partai Liberal Australia. Lantas Partai Liberal yang sekarang diketuai oleh Malcolm Turnbull, disebut sebagai partai pemerintah.

Berbagai statistik jelang pemilu menunjukkan bahwa popularitas Bill Shorten secara pribadi masih jauh di bawah Malcolm Turnbull, tapi preferensi pemilih terhadap partai masih ketat di antara Partai Buruh dan Partai Liberal.

HoR

    House of Representatives (HoR) di Australia diisi oleh perwakilan dari 150 daerah pemilihan, yang ditentukan luasan cakupannya berdasarkan jumlah populasi. Setiap partai hanya boleh mencalonkan satu kandidat untuk setiap daerah pemilihan.

Akibat sebaran penduduk yang tidak merata, sebuah daerah pemilihan bisa meliputi wilayah yang hanya seluas 30 kilometer persegi seperti di Wentworth, di negara bagian New South Wales (NSW) atau kawasan dengan luas 1,5 juta kilometer persegi seperti di daerah pemilihan Durack di negara bagian Australia Barat (WA).

Berdasarkan pemilu 2013, rata-rata terdapat 98.085 orang pemilih di setiap daerah pemilihan. Dan karena negara bagian NSW–yang beribukota Sydney–memiliki jumlah pemilih yang paling banyak di Australia, total kursi yang diperebutkan adalah 48.

Lalu negara bagian Victoria, dengan ibukota Melbourne, memiliki 37 daerah pemilihan, diikuti Queensland–dengan Brisbane sebagai ibukotanya–dengan 30 kursi, Australia Barat 15 kursi, Australia Selatan 11 kursi, Tasmania lima kursi, dan Kawasan Ibukota Australia serta Kawasan Utara masing-masing 2 kursi.

Setiap kandidat anggota legislatif wajib berkewarganegaraan Australia. Ia dapat dicalonkan oleh partai politik atau bila maju sebagai kandidat independen, minimal dirinya didukung oleh 100 pemilih di daerah pemilihan di mana ia mencalonkan diri.

Untuk anggota HoR dari jalur independen, ia hanya perlu dicalonkan oleh minimal satu orang pemilih bila ingin kembali berkompetisi di pemilu.

Setiap kandidat wajib menyetorkan uang deposit sebanyak 1.000 dolar Australia (setara Rp9.850.000), dan uang itu akan dikembalikan secara penuh bila terpilih atau minimal meraih 4 persen dari total suara preferensi pertama di daerah pemilihan tersebut.

Bagaimana orang memilih anggota HoR?

Setiap orang yang berusia 18 atau lebih, wajib mendaftarkan diri sebagai pemilih, kecuali bila dirinya terganggu mental atau sedang menjalani masa hukuman pidana lebih dari tiga tahun. Memilih adalah wajib di Australia, dan mereka yang tidak melakukannya bisa dikenakan denda sebanyak 20 dolar (sekitar Rp197.000).

Di kertas suara berwarna hijau untuk HoR, kandidat berikut nama partainya disusun secara acak. Bila kandidat tidak didukung oleh partai, maka di samping namanya akan tertulis ‘independen’. Dalam pemilu HoR, pemilih diminta untuk menentukan preferensinya dengan menuliskan angka 1 dan seterusnya di kotak di depan nama kandidat. Semisal dari 100 pemilih, kandidat A mendapat 45 suara sebagai pilihan nomor 1, lalu kandidat B meraih 30 suara sebagai preferensi nomor 1, mereka berdua masih memerlukan tambahan suara untuk melampaui 50 persen suara sah. Maka yang kemudian dihitung adalah jumlah pemilih yang memberikan preferensi nomor 2 untuk masing-masing calon. Ia yang berhasil mendapat gabungan suara dari preferensi nomor 1 dan nomor 2 paling banyak akan keluar sebagai pemenang.

Lalu bagaimana dengan kandidat yang kalah suara? Bila raihan suaranya lebih dari 4 persen dari total suara di daerah pemilihan, maka ia berhak mendapat penggantian biaya kampanye, yang pada tahun 2013 besarannya adalah 2,49 dolar untuk tiap suara yang diraih. Uang itu kemudian bisa disalurkan lewat partai pengusung, atau ke kandidat secara langsung bila ia maju lewat jalur independen.

Senate
Senate merupakan parlemen yang terdiri atas 76 orang senator. Masing-masing dari enam negara bagian di Australia mengirimkan 12 senator untuk periode jabatan enam tahun. Meski begitu, setiap tiga tahun terdapat sistem rotasi di mana separuh dari total senator bisa diganti. Empat senator lainnya, masing-masing dua orang mewakili Kawasan Ibukota Australia dan Kawasan Utara, dipilih berbarengan dengan HoR untuk masa jabatan tiga tahun.Anggota Senate dipilih dengan sistem yang berbeda dengan HoR. Di Senate diterapkan sistem representasi proporsional dengan kuota berdasarkan jumlah suara sah yang masuk.

Sebagai contoh, bila terdapat enam kandidat dan 700.000 suara sah di pemilihan anggota Senate, maka calon yang menang adalah ia yang berhasil mengantongi minimal 100.001 suara, sebab faktor pembagi suara adalah jumlah kandidat ditambah satu.

Khusus untuk Pemilu 2016, pemilih memiliki dua opsi menentukan anggota Senate. Di kertas suara berwarna putih untuk memilih senator, pemilih bisa menuliskan minimal angka 1 hingga 6 di kotak berdasarkan partai yang paling diminati. Opsi kedua adalah menuliskan angka 1 hingga 12 di kotak di samping nama kandidat dan partainya.

    Hasil pemilu akan diumumkan secara resmi oleh AEC sedikitnya 13 hari setelah pemilu digelar. Bila Partai Buruh yang berhasil menang, Bill Shorten akan menjadi perdana menteri baru Australia. Sebaliknya, bila Partai Liberal yang mendulang suara paling banyak, Malcolm Turnbull akan meneruskan masa jabatannya untuk 3 tahun ke depan.
========================================================================
Telah ditayangkan di: