Malcolm Turnbull Pupuskan Harapan Kevin Rudd Jadi Sekjen PBB

 

Perth, 29/7 (Antara) – Perdana Menteri (PM) Australia, Malcolm Turnbull, di Sydney, Jumat, secara resmi telah mengumumkan bahwa dirinya tidak akan mendukung pencalonan mantan PM Kevin Rudd untuk posisi orang nomor satu di lembaga internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Menurut Turnbull, Kevin Rudd bukanlah orang yang tepat untuk memimpin PBB dan pemerintah federal Australia tidak akan mendukung pencalonan siapapun dalam pemilihan pengganti Ban Ki-Moon tahun 2017.

“Ketika Pemerintah Australia menominasikan seseorang untuk sebuah pekerjaan, terutama untuk pekerjaan seperti ini, pertanyaan mendasarnya adalah ‘apakah kita yakin orang ini, si calon, calon kandidat adalah sosok yang tepat untuk posisi tersebut?” katanya beretorika.

“Penilaian saya Rudd tidak tepat, dan saya sudah jelaskan alasan-alasannya kepada yang bersangkutan secara langsung,” tambah Turnbull sebagaimana dilansir jaringan berita ABC.

Lebih lanjut Turnbull menepis spekulasi aspek-aspek apa saja yang menjadikan Rudd tidak pantas didukung menjadi kandidat Sekjen PBB, atau dugaan apakah keputusan ini hanya untuk memuaskan sebagian faksi di internal Partai Liberal.

Sementara itu pernyataan tertulis Kevin Rudd di akun Facebook menyebutkan bahwa dukungan nominasi dari pemerintah federal Australia tidak serta merta membuatnya akan terpilih sebagai Sekjen PBB.

“Ini seharusnya bisa menjadi kali pertama dalam sejarah 70 tahun Australia di PBB menawarkan seorang kandidat untuk posisi Sekjen,” tulis pernyataan tersebut.

Lebih lanjut pernyataan itu juga bercerita bagaimana Turnbull bahkan menolak bertemu dengan Rudd di Sydney, meskipun politisi Partai Buruh itu sudah mendarat dari Brisbane.

Rudd terbang ke Sydney pagi ini meminta untuk bisa bertemu dengan Perdana Menteri, tapi saat tiba di Sydney, Turnbull menelpon Rudd untuk menyebutkan bahwa ia tidak bisa berjumpa dengan Rudd hari ini.

Keputusan PM Turnbull yang memupus harapan Kevin Rudd sangat disayangkan karena ternyata pemerintah tidak bisa mengulangi dukungan yang diberikan pemerintahan PM Hawke untuk Malcolm Fraser menjadi Sekjen Negara-negara Persemakmuran, atau pemerintahan PM Howard yang mendukung Gareth Evans menjadi Kepala UNESCO.

Kevin Rudd meminta didukung dalam pencalonan Sekjen PBB dengan dasar pengalamannya sebagai mantan Perdana Menteri Australia, mantan Menteri Luar Negeri Australia, seorang diplomat karir, sebagai seseorang yang pernah sukses berkampanye untuk posisi Australia di Dewan Keamanan PBB untuk periode 2013-2014, dan mantan ketua Komisi Independen untuk Multilateralisme PBB.

Untuk pemilihan Sekjen PBB pengganti Ban Ki-Moon, sejauh ini sudah ada 12 kandidat termasuk mantan PM Selandia Baru Helen Clark.

Pemerintahan Selandia Baru di bawah kepemimpinan Perdana Menteri John Key telah melobi berbagai pihak dan menyediakan dana untuk kampanye Helen Clark.

Calon-calon perempuan yang lain meliputi mantan Menteri Luar Negeri dan Urusan Eropa Kroasia, Vasna Pusic, Direktur Jenderal UNESCO Irina Bokova, dan Menteri Luar Negeri Argentina yang juga bekas Kepala Staf Sekjen PBB Ban Ki-Moon, Susana Malcorra.

Menurut Kim Beazley, mantan pemimpin Partai Buruh dan mantan Dubes Australia untuk Amerika Serikat, saat ini kandidat-kandidat perempuan untuk posisi Sekjen PBB sangat berpeluang untuk terpilih.

“Saran saya untuk pemerintah (Australia), sebaiknya kita mendukung Helen Clark,” demikian Kim Beazley.

(E012)

Advertisements

Author: Ella

Penulis saat ini tinggal di Perth, Australia Barat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s