“Snow white”

Siang ini dengerin radio musik klasik di HP. Wawancara dengan penyanyi opera yang bercerita tentang kisah dongeng Snow White (Putri Salju). Dalam versi Disney, dongeng itu dikisahkan dengan sosok seorang ibu tiri yang kejam, seorang ratu yang cemburu dengan perempuan yang lebih muda dan lebih cantik darinya.

Tapi ternyata dongeng itu telah dipoles demi menghindari kesan kejam yang sebenarnya. Di dongeng yang belum dipoles, justru si ibu kandung Snow White yang memerintahkan pembunuhan itu. Ketika dibilang kalah cantik dengan seseorang, meskipun perempuan itu adalah anaknya sendiri, si ratu menjadi gelap mata. Ketika kecantikan telah menjadi takaran kekuatan seorang perempuan, maka menjadi keriput dan peot adalah mimpi terburuk!

Si narasumber membahas bagaimana dongeng itu masih sangat relevan dengan kondisi masyarakat hari ini. Perempuan demikian takut menjadi tua, kehilangan kesegaran kulit khas perawan, dan mengusamnya rambut sebelum memutih menjadi uban.

Ketika masuk usia 40, perempuan banyak berlomba mencari solusi agar tidak tampak setua umurnya. Beli krim2 “ajaib” yang konon bisa menunda kehadiran keriput. Lekas2 suntik botox! Apa yang salah dengan menjadi tua? Kenapa sih kita tidak bisa menerima hadirnya uban di kepala kita. Munculnya kerutan-kerutan di ekor mata kita, sebagaimana kita bisa “legowo” ketika hidung, kening, dan pipi dihinggapi jerawat saat puber di masa remaja?

Kenapa coba?

 

Advertisements

Author: Ella

Penulis saat ini tinggal di Perth, Australia Barat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s