Jalan-jalan ke kota

Waktunya jalan-jalan ke kota untuk urusan pajak. Sebenernya ini murni kemalasan dan kelalaian saya, menunda urusan tax return sampai akhirnya mepet dengan tanggal terakhir yaitu 31 Oktober. Kalau sampai tanggal itu belum diurus, saya terancam kena denda! Hadeh…

Jadi deh ajak Aqila dan mami ke kota, setelah saya mengantar Safiyya ke sekolah. Aqila yang sempat menangis tadi pagi ternyata benar-benar menunggu saya pulang dari mengantar kakak sekolah. Dia berdiri di depan pintu rumah dengan rapih, menggendong tas kura-kuranya yang berwarna hijau. Tampil sangat cantik lengkap dengan polesan tipis gincu! (bagian ini memang terkadang anak-anak lebih girang berdandan daripada mamanya).

Dengan gembira, Aqila saya gandeng tangannya ke halte sementara Mami membawa tas berisi susu dan semua keperluan si kecil. “Kita naik bis ke Canning Bridge” ujar saya sebagai pemimpin rombongan.

Bis ke Canning Bridge adalah nomor 101. Perjalanan masih di zona 1, jadi rencananya adalah kita ke kota naik bis ke stasiun, lalu naik kereta berhenti di Perth Station.

p_20161028_093419_1_p.jpg
Jez jez jez …

Di kereta api yang membawa kami ke kota Aqila dan Mami duduk dekat jendela, dan karena penumpangnya sedikit sekali, rasa-rasanya memang sangat nyaman! Ketika kereta menyeberangi Sungai Swan di jembatan di mana kendaraan lain juga berlalu-lalang, secara perlahan kereta bergerak ke bawah tanah. Terus bergerak tanpa terlalu terasa sedang turun, tapi di Stasiun Elizabeth Quay kita bisa melihat di bagian atas stasiun adalah jalanan mobil. Kita sudah satu level di bawah jalan raya!

Berikutnya adalah Perth Station, di sini kami turun. Keluar dari kereta, langsung naik eskalator sebanyak dua kali, lalu ta-daa…kami muncul di kompleks perbelanjaan Hay Street. Aqila sangat pandai naik eskalator, tenang dan percaya diri saat naik dan turun.

Saat tiba di kota, suasana agak ramai. Banyak turis, banyak pekerja juga yang sedang rehat pagi. Saya menggandeng Aqila berjalan ke kantor myGov, tempat saya ingin mencari bantuan soal pengajuan tax return. Di pintu masuk saya disambut oleh seorang pria bertubuh tinggi berkulit gelap, dan dia meminta saya tunggu petugas di meja yang sudah ada komputer menyala.

Dua menit ditunggu, tidak ada yang menghampiri. Saya buka sendiri laman myGov dan mencoba akses akun saya. Tapi dasar kurang beruntung, akun malah terblok hingga 2 jam ke depan! Gagal total. Petugas-petugas di kantor itu tidak bisa bantu apa2 selain menyuruh saya telpon kantor pajak via telepon, dan obrolan via telepon dengan petugas pajak juga tidak banyak bermanfaat. Cuma disuruh tunggu dalam 48 jam nanti dihubungi oleh petugas pajak via telpon!

That’s it? Ya ampun… apa gunanya kantor ini sih, ada orangnya tapi gak bisa bantu. Semua masih terpusat di kantor pajak entah di mana, dan saya hanya bisa menunggu sampai mereka menghubungi.

Ya sudah, pulang saja. Mami juga setuju sebaiknya langsung pulang, sebab nanti malam kami akan kedatangan tamu, perlu masak-masak. Ini aksi kami menunggu bis 72 tadi. Di bis Aqila berteriak, “Mana ayam Andos?” –lho! Anakku mengira hari ini diajak jalan-jalan ke kota untuk makan ayam Nandos hahahaha….. Saya pun menjawab, “Iya nak, nanti bareng sama Papano dan Kakak Fiyya ya?!”

p_20161028_105011_1_p.jpgp_20161028_105111_1_p.jpgp_20161028_105128_1_p.jpgp_20161028_104822_1_p.jpg

Advertisements

Author: Ella

Penulis saat ini tinggal di Perth, Australia Barat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s