Belanja ayam

 

Salah satu keguyupan di tanah rantau tercipta saat kita membiasakan menambah pundi uang kas organisasi dengan program belanja bareng. Selisih harga beli dan harga transaksi dari pemasok menjadi sumbangan untuk grup pengajian kami di UWA dan di Murdoch. Program pertama yang digulirkan adalah pembelian daging ayam halal di factory outlet-nya Steggles, di kawasan Osborne Park. Lalu ditawarkan juga daging unta, yang unik dalam hal tekstur daging dan aroma.

Program belanja ayam ini lumayan mendapat respon dari teman-teman mahasiswa dan seorang warga permanen yang berbisnis kuliner di Mandurah. Beliau selalu membeli satu boks daging dada fillet (beratnya 15 kg). Dan akhir pekan kemarin adalah kloter belanja ayam untuk dua grup pengajian. Mulanya ditawarkan di grup WA, dirinci siapa mau beli apa dan berapa banyak. Dana ditransfer ke rekening yang dituju, lalu semua mengirimkan bukti transfer–juga lewat WA.

Prosesnya bisa bolak-balik cek WA. Konstan cek sebab beberapa orang mengajukan perubahan atau membatalkan pemesanan. Terus lucunya lagi, setelah dibeli, ada saja yang kurang dibelikan. Kemungkinan kesalahan terletak dari penulisan nama yang sama untuk dua orang yang berbeda. Alhasil, tumpang tindih!

“Ih, gak bakat kayaknya jadi juragan ayam,” keluh saya sambil minta maaf kepada konsumen. Tapi emang beneran, berjualan itu harus lebih teliti, dan lebih baik belanja agak lebih daripada kekurangan. Lessons learned! 🙂

 

p_20161028_153839_1_p.jpg
Harga spesial ala Steggles

 

BTW harga daging ayam fillet lebih murah beli di FO langsung, 7,5 dolar per kilo. Terus ada juga nugget, ayam kampung utuh satu ekor (4.99 per kilo), dan ayam bumbu peri-peri yang tinggal dipanggang (7 dolaran per ekor). Kemarin total pembelian 3 boks karton daging ayam fillet (45 kg), belasan tray ayam peri-peri, dan total belanja menghabiskan lebih dari 500 dolar. Dengan barang belanja yang demikian banyak, kami memerlukan 2 trolley untuk membawa dus-dus itu masuk ke bagasi mobil.

“Kita dikira buka restoran kali yah!” celetuk suami.

 

Advertisements

Author: Ella

Penulis saat ini tinggal di Perth, Australia Barat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s