Radio Lollipop

Hari Rabu ini sedikit berbeda dengan hari2 biasanya. Buat penikmat moda transportasi umum di Perth, seperti saya, pasti mendapati hal yg berbeda hari ini.

Apakah gerangan?

Ternyata semua supir bis, pemandu kereta, dan petugas pencatat di terminal bis, mengenakan baju bebas non seragam. Disiapkan juga kotak kecil di sisi supir bila ada penumpang yg ingin berdonasi uang receh (koin/kertas).

Donasinya buat apa?

Semua sumbangan diserahkan kepada Radio Lollipop, sebuah gerakan internasional berupa siaran radio yang disiarkan dari Princess Margaret Hospital (PMH), Perth, di mana semua musik yg diputar adalah pilihan anak2 yg sedang menjadi pasien di berbagai rumah sakit di Perth.

Anak2 memang tidak bisa menolak pahitnya obat2an yg harus mereka minum, tp setidaknya mereka bisa sedikit tersenyum mendengarkan lagu kesayangannya diputarkan khusus untuknya di radio. Mereka bahkan bisa mendengarkan rekaman suara mereka mengudara lewat radio.

Program sehari tanpa seragam demi menggalang dana untuk menerbitkan senyum anak2 yg sedang sakit di RS sdh dilaksanakan oleh para awak transportasi umum di Perth (perusahannya disebut Transperth) sejak 1995. Dan konon pada tahun lalu, terkumpul dalam sehari uang sebanyak 90.000 dolar (setara Rp900 juta) dr program unik ini.

Apa yg bisa kita pelajari dari Radio Lollipop Uniform Free Day?

Bahwa berderma bisa dilakukan secara menyenangkan. Besar dan kecil kontribusi berbagai pihak adalah besar pengaruhnya buat mewujudkan sebuah asa, yaitu membuat masa2 sulit sebagian di antara kita menjadi sedikit berkurang. Dan kepedulian, selalu dimulai dari hal yang kecil dan dari diri sendirišŸ˜Š
(baca lebih lanjut soal program ini di http://www.radiolollipop.org)

 

Radio Lollipop

Advertisements