Sentimental me!

Please borne in mind…. I am being super sentimental!

 

 

“Like I’m Gonna Lose You”
by Meghan Trainor (ft. John Legend)

I found myself dreaming
In silver and gold
Like a scene from a movie
That every broken heart knows we were walking on moonlight
We were walking on moonlight
And you pulled me close
Split second and you disappeared and then I was all alone

I woke up in tears with you by my side
A breath of relief and I realized
No, we’re not promised tomorrow

So I’m gonna love you, like I’m gonna lose you
I’m gonna hold you, like I’m saying goodbye herever we’re standing

Wherever we’re standing, I won’t take you for granted
’cause we’ll never know when..when we’ll run out of time
so I’m gonna love you, like I’m gonna lose you
I’m gonna love you like I’m gonna lose you

[John Legend:]
In the blink of an eye
Just a whisper of smoke
You could lose everything
The truth is you never know

So I’ll kiss you longer baby
Any chance that I get
I’ll make the most of the minutes and love with no regrets

Let’s take our time
To say what we want
Use what we got
Before it’s all gone
‘Cause no, we’re not promised tomorrow

[Both:]
So I’m gonna love you, like I’m gonna lose you
I’m gonna hold you, like I’m saying goodbye

Wherever we’re standing, I won’t take you for granted ’cause we’ll never know when
’cause we’ll never know when…when we’ll run out of time so I’m gonna love you
So I’m gonna love you, like I’m gonna lose you
I’m gonna love you like I’m gonna lose you…

Anak TK bikin kue

Sore capek plus ngantuk dari kampus UWA langsung sirna ketika di rumah saya disambut dengan wajah riang Safiyya.

“Tadi Safiyya pesan, kuenya jangan diabisin buat Mamaya, supaya Mamaya tau aku bikin kue di sekolah,” kata ibu saya menjelaskan ikhwal sepotong kue yang saya lumat hanya dalam hitungan detik.

Di meja makan baru kami (hasil lungsuran dari rumah Mbak Amel), saya mengagumi hasil karya Safiyya bersama guru dan teman-temannya di Kindergarten alias TK Bentley Primary School. Suka sekali dengan tekstur kuenya, sederhana dan renyah! 

“Kreatif yah sekolahnya. Ada kelas berkebun, masak kue,” kata Mami berkomentar santai. 

Besok jelas sudah agenda saya ke sekolah harus meliputi mencatat resep kue ala bu guru Donovan! Hahahaha….. 

Bentley Primary School


The new school for Safiyya offers a genuine warmth from its people. Greetings like “Selamat pagi” from two of the teachers are truly a surprise to me, but the fact that they have after school Indonesian dancing class is also considered as a blessing! Yet, me and hubby were thrilled knowing that Safiyya is the only Indonesian student at kindy, so this way she will need to push herself a bit harder to practice English and build up new friendship with non Indonesian friends! Perfect. I feel so much happier, same as Safiyya 🙂

Malcolm Turnbull Pupuskan Harapan Kevin Rudd Jadi Sekjen PBB

 

Perth, 29/7 (Antara) – Perdana Menteri (PM) Australia, Malcolm Turnbull, di Sydney, Jumat, secara resmi telah mengumumkan bahwa dirinya tidak akan mendukung pencalonan mantan PM Kevin Rudd untuk posisi orang nomor satu di lembaga internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Menurut Turnbull, Kevin Rudd bukanlah orang yang tepat untuk memimpin PBB dan pemerintah federal Australia tidak akan mendukung pencalonan siapapun dalam pemilihan pengganti Ban Ki-Moon tahun 2017.

“Ketika Pemerintah Australia menominasikan seseorang untuk sebuah pekerjaan, terutama untuk pekerjaan seperti ini, pertanyaan mendasarnya adalah ‘apakah kita yakin orang ini, si calon, calon kandidat adalah sosok yang tepat untuk posisi tersebut?” katanya beretorika.

“Penilaian saya Rudd tidak tepat, dan saya sudah jelaskan alasan-alasannya kepada yang bersangkutan secara langsung,” tambah Turnbull sebagaimana dilansir jaringan berita ABC.

Lebih lanjut Turnbull menepis spekulasi aspek-aspek apa saja yang menjadikan Rudd tidak pantas didukung menjadi kandidat Sekjen PBB, atau dugaan apakah keputusan ini hanya untuk memuaskan sebagian faksi di internal Partai Liberal.

Sementara itu pernyataan tertulis Kevin Rudd di akun Facebook menyebutkan bahwa dukungan nominasi dari pemerintah federal Australia tidak serta merta membuatnya akan terpilih sebagai Sekjen PBB.

“Ini seharusnya bisa menjadi kali pertama dalam sejarah 70 tahun Australia di PBB menawarkan seorang kandidat untuk posisi Sekjen,” tulis pernyataan tersebut.

Lebih lanjut pernyataan itu juga bercerita bagaimana Turnbull bahkan menolak bertemu dengan Rudd di Sydney, meskipun politisi Partai Buruh itu sudah mendarat dari Brisbane.

Rudd terbang ke Sydney pagi ini meminta untuk bisa bertemu dengan Perdana Menteri, tapi saat tiba di Sydney, Turnbull menelpon Rudd untuk menyebutkan bahwa ia tidak bisa berjumpa dengan Rudd hari ini.

Keputusan PM Turnbull yang memupus harapan Kevin Rudd sangat disayangkan karena ternyata pemerintah tidak bisa mengulangi dukungan yang diberikan pemerintahan PM Hawke untuk Malcolm Fraser menjadi Sekjen Negara-negara Persemakmuran, atau pemerintahan PM Howard yang mendukung Gareth Evans menjadi Kepala UNESCO.

Kevin Rudd meminta didukung dalam pencalonan Sekjen PBB dengan dasar pengalamannya sebagai mantan Perdana Menteri Australia, mantan Menteri Luar Negeri Australia, seorang diplomat karir, sebagai seseorang yang pernah sukses berkampanye untuk posisi Australia di Dewan Keamanan PBB untuk periode 2013-2014, dan mantan ketua Komisi Independen untuk Multilateralisme PBB.

Untuk pemilihan Sekjen PBB pengganti Ban Ki-Moon, sejauh ini sudah ada 12 kandidat termasuk mantan PM Selandia Baru Helen Clark.

Pemerintahan Selandia Baru di bawah kepemimpinan Perdana Menteri John Key telah melobi berbagai pihak dan menyediakan dana untuk kampanye Helen Clark.

Calon-calon perempuan yang lain meliputi mantan Menteri Luar Negeri dan Urusan Eropa Kroasia, Vasna Pusic, Direktur Jenderal UNESCO Irina Bokova, dan Menteri Luar Negeri Argentina yang juga bekas Kepala Staf Sekjen PBB Ban Ki-Moon, Susana Malcorra.

Menurut Kim Beazley, mantan pemimpin Partai Buruh dan mantan Dubes Australia untuk Amerika Serikat, saat ini kandidat-kandidat perempuan untuk posisi Sekjen PBB sangat berpeluang untuk terpilih.

“Saran saya untuk pemerintah (Australia), sebaiknya kita mendukung Helen Clark,” demikian Kim Beazley.

(E012)

My DIY ;)

So this is my DIY project today (30 bucks purchased it from K-Mart, this is semi-DIY then). 
I am always thrilled doing DIY! Many years ago when I can’t afford to buy a gameboard of Tetris, I made it with paper. Yes, I was the sole player as well as the machine (aka time keeper), how silly!
This is a new play zone for the whole family, a black and a white boards. We can use chalk and a marker. There is also a paper roll on top of the board for painting or drawing. 

Love this day!